• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
NOWTIZEN.TV
Advertisement
  • HOME
  • VIDIO
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • KABAR PENDIDIKAN
  • HUKUM & KRIMINAL
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
  • OPINI
No Result
View All Result
  • HOME
  • VIDIO
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • KABAR PENDIDIKAN
  • HUKUM & KRIMINAL
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
  • OPINI
No Result
View All Result
NOWTIZEN.TV
No Result
View All Result
  • HOME
  • VIDIO
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • KABAR PENDIDIKAN
  • HUKUM & KRIMINAL
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
  • OPINI

Di Tepi Tambak yang Menunggu Menjadi Sawah

Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) mulai mengubah tambak di Pasir Sakti menjadi sawah.

Redaksi by Redaksi
Agustus 4, 2026 | 21:24
in BISNIS, NASIONAL, PEMERINTAHAN
0
Di Tepi Tambak yang Menunggu Menjadi Sawah

module: a; hw-remosaic: 0; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: ; sceneMode: Night; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 80.0; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~25: 0.0;

0
SHARES
16
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

PASIR SAKTI (4/8/2026) — Angin petang berembus pelan di pesisir Desa Pasir Sakti, Kecamatan Pasir Sakti, Lampung Timur. Permukaan air tambak beriak tipis diterpa semilir angin. Di atas tanggul tanah, seorang petambak duduk memandangi hamparan kolam yang bertahun-tahun menjadi sumber nafkah keluarganya.

Sebatang rokok terselip di sela jemarinya. Sesekali ia mengisapnya dalam-dalam, lalu mengembuskan asap ke arah laut. Pandangannya tak beranjak dari tambak di hadapannya. Dalam waktu yang tak lama lagi, hamparan air itu mungkin berubah menjadi petak-petak sawah.

“Kalau pintu airnya sudah ada, saya juga ikut bongkar,” katanya lirih.

Kalimat itu meluncur pelan. Tidak terdengar seperti penolakan terhadap program pemerintah. Justru sebaliknya, ia mengaku mendukung rencana mengubah tambak menjadi sawah. Yang masih mengganjal hanya satu. Tentang bagaimana calon sawah baru itu bertahan ketika air laut pasang.

Di Desa Pasir Sakti, Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) mulai mengubah wajah kawasan pesisir. Berdasarkan data yang dihimpun, luas lahan yang masuk dalam program mencapai 355 hektare. Luasan itu tidak berubah sejak tahap usulan hingga penyusunan Survey, Investigation, and Design (SID).

Tambak di desa ini terdiri atas dua tipe, yakni intensif dan konvensional. Pada tambak intensif, seluruh bidang lahan dikeruk menggunakan ekskavator hingga membentuk kolam dengan kedalaman yang relatif sama. Tanah hasil kerukan kemudian ditimbun di sekeliling kolam menjadi tanggul.

Berbeda dengan itu, tambak konvensional hanya memiliki galian di bagian tepi lahan. Galian selebar sekitar tiga meter itu oleh warga disebut caren, sedangkan bagian tengah lahannya tetap lebih tinggi.

Kini, pada tambak yang mengikuti program, tanggul-tanggul tersebut dibongkar. Tanah urukan dikembalikan ke dalam kolam hingga permukaan lahan kembali rata. Seorang eks petambak mengatakan seluruh proses itu dilakukan tanpa membebani pemilik lahan.

Baca Juga  Asmara Kandas, Mantan Pacar Sebar Foto dan Video Syur di Sosmed

“Waktu buat tambak dulu pakai ekskavator. Tanahnya ditimbun jadi tanggul. Sekarang dikembalikan lagi ke dalam kolam. Kami tidak dipungut biaya,” ujarnya. Senin, 3 Agustus 2026.

Ketua kelompok tani setempat, Wiji, mengatakan pekerjaan cetak sawah pada blok 1 hingga blok 6 telah selesai. Tanggul bekas tambak sudah diratakan dan lahan tinggal memasuki tahap pengolahan.

“Kalau blok yang lain, kurang faham. Sebab gak monitor,”. Ujarnya

Menurut informasi yang diterima para petambak, pemerintah menargetkan lahan hasil cetak sawah itu mulai ditanami padi pada Oktober mendatang. Waktu yang tersisa hanya hitungan bulan, sementara para petambak mulai menghitung peluang sekaligus risikonya.

Di tengah percepatan program itu, beredar pula berbagai cerita di kalangan petambak. Salah satunya menyangkut besaran anggaran pelaksanaan Program Cetak Sawah Rakyat. Beberapa petambak mengaku mendengar kabar bahwa pemerintah menggelontorkan dana sekitar Rp35 juta per hektare untuk mencetak sawah di kawasan tersebut.

Namun, informasi itu mereka peroleh dari sesama petambak dan belum pernah diterima secara resmi dari pelaksana program maupun instansi pemerintah.

“Kami dengarnya sekitar Rp35 juta per hektare. Benar atau tidak, kami juga tidak tahu karena tidak pernah dijelaskan secara resmi,” kata seorang petambak.

Meski begitu, besaran anggaran bukan hal yang paling banyak mereka bicarakan. Yang lebih sering menjadi topik perbincangan justru kesiapan klep atau pintu air penahan pasang laut.

Pria di tepi tambak itu kembali mengisap rokoknya. Baginya, persoalan bukan terletak pada biaya. Ia justru mengkhawatirkan sesuatu yang datang dari arah laut.

“Padi tidak tahan air laut. Sekalinya gagal panen, ekonomi keluarga bakal goyang,” katanya.

Ia berharap sebelum seluruh tambak berubah menjadi sawah, pemerintah lebih dahulu memastikan keberadaan klep atau pintu air untuk menahan pasang air laut. Tanpa itu, ia khawatir lahan yang telah diratakan akan kembali terendam air asin.

Baca Juga  Unggahan Video Bang Jago Lampung Timur Diduga Nyabu Viral, Sebut Kebal Hukum

Karena alasan itulah ia memilih menunggu. Tambaknya masih dipertahankan, meski ia mengaku mendukung program cetak sawah. Jika pintu air telah tersedia, ia siap merombak tambaknya menggunakan biaya sendiri.

Menurutnya, sikap itu bukan hanya miliknya. Masih banyak petambak lain yang mengambil keputusan serupa. Hamparan tambak yang masih utuh, terutama tambak konvensional, menjadi penanda bahwa keraguan itu belum sepenuhnya hilang.

Matahari perlahan tenggelam di ufuk barat. Cahaya keemasan memantul di permukaan tambak yang tenang. Asap rokok terakhir mengepul tipis, sementara pandangan lelaki itu tetap tertuju ke hamparan air.

Tak lama lagi, sebagian hamparan itu mungkin akan berubah menjadi sawah. Namun, bagi para petambak di Pasir Sakti, perubahan bentang alam bukanlah akhir dari cerita. Harapan mereka masih bergantung pada satu pekerjaan yang belum terlihat selesai. Memastikan air laut tetap berada di tempatnya, dan padi dapat tumbuh di tanah yang selama ini akrab dengan rasa asin.

 

(BANG WAHYU)

Tags: Cetak Sawah RakyatLampung TimurPasir SaktiPertaniantambak vannamei
Previous Post

7 Strategi UMKM Kuliner Tiongkok yang Patut Ditiru

Next Post

Panel Beton Retak Sebelum Dipasang di P3-TGAI Desa Trisinar

Redaksi

Redaksi

Next Post
Panel Beton Retak Sebelum Dipasang di P3-TGAI Desa Trisinar

Panel Beton Retak Sebelum Dipasang di P3-TGAI Desa Trisinar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Paman Paksa Ponakan ke Kamar, di Grepe-Grepe Setengah Jam

Paman Paksa Ponakan ke Kamar, di Grepe-Grepe Setengah Jam

November 6, 2023 | 16:29
DPO Kasus Pemerkosaan Remaja 12 Tahun Tulang Bawang Diringkus

DPO Kasus Pemerkosaan Remaja 12 Tahun Tulang Bawang Diringkus

Mei 31, 2024 | 10:57
Guru Sekolah Dasar Desa Bujung Buring di Temukan Tewas Dengan Luka Sayat di Leher

Guru Sekolah Dasar Desa Bujung Buring di Temukan Tewas Dengan Luka Sayat di Leher

Februari 29, 2024 | 21:42
Dua Pencuri Motor Asal Lampung Timur Tumbang di Serang

Dua Pencuri Motor Asal Lampung Timur Tumbang di Serang

Oktober 24, 2024 | 16:20
Satu Gajah Jantan Ukuran Jumbo Mati di Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur

Satu Gajah Jantan Ukuran Jumbo Mati di Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur

0
Maling Alpukat Tewas Kena Amukan Massa di Marga Sekampung

Maling Alpukat Tewas Kena Amukan Massa di Marga Sekampung

0
Pemuda Tegalreja Tewas, di Duga Korban Korban Geng Motor

Pemuda Tegalreja Tewas, di Duga Korban Korban Geng Motor

0
Praktek Open BO Terbongkar, Polisi Amankan 5 Tersangka

Praktek Open BO Terbongkar, Polisi Amankan 5 Tersangka

0
Panel Beton Retak Sebelum Dipasang di P3-TGAI Desa Trisinar

Panel Beton Retak Sebelum Dipasang di P3-TGAI Desa Trisinar

Agustus 9, 2026 | 23:39
Di Tepi Tambak yang Menunggu Menjadi Sawah

Di Tepi Tambak yang Menunggu Menjadi Sawah

Agustus 4, 2026 | 21:24
7 Strategi UMKM Kuliner Tiongkok yang Patut Ditiru

7 Strategi UMKM Kuliner Tiongkok yang Patut Ditiru

Agustus 2, 2026 | 08:44
AJB yang Raib dan Tanah yang Diperebutkan di Mataram Baru

AJB yang Raib dan Tanah yang Diperebutkan di Mataram Baru

Juli 21, 2026 | 18:04

Recent News

Panel Beton Retak Sebelum Dipasang di P3-TGAI Desa Trisinar

Panel Beton Retak Sebelum Dipasang di P3-TGAI Desa Trisinar

Agustus 9, 2026 | 23:39
Di Tepi Tambak yang Menunggu Menjadi Sawah

Di Tepi Tambak yang Menunggu Menjadi Sawah

Agustus 4, 2026 | 21:24
7 Strategi UMKM Kuliner Tiongkok yang Patut Ditiru

7 Strategi UMKM Kuliner Tiongkok yang Patut Ditiru

Agustus 2, 2026 | 08:44
AJB yang Raib dan Tanah yang Diperebutkan di Mataram Baru

AJB yang Raib dan Tanah yang Diperebutkan di Mataram Baru

Juli 21, 2026 | 18:04
NOWTIZEN.TV

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

Follow Us

Browse by Category

  • BISNIS
  • HUKUM & KRIMINAL
  • KABAR PENDIDIKAN
  • NASIONAL
  • Opini
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • VIDIO
  • WISATA

Recent News

Panel Beton Retak Sebelum Dipasang di P3-TGAI Desa Trisinar

Panel Beton Retak Sebelum Dipasang di P3-TGAI Desa Trisinar

Agustus 9, 2026 | 23:39
Di Tepi Tambak yang Menunggu Menjadi Sawah

Di Tepi Tambak yang Menunggu Menjadi Sawah

Agustus 4, 2026 | 21:24
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • HOME
  • VIDIO
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • KABAR PENDIDIKAN
  • HUKUM & KRIMINAL
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
  • OPINI

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.