LABUHAN RATU (17/8/2026) -Pagi belum sepenuhnya terang ketika Ismail bersiap menjalani rutinitasnya sebagai pedagang sayur.
Sekitar pukul 05.30 WIB, Senin, 17 Agustus 2026, istrinya keluar rumah di Dusun Setia Batin, Desa Rajabasa Lama, Kecamatan Labuhan Ratu. Di depan rumah, pandangannya berhenti pada sebuah sosok yang tergeletak di dekat saluran drainase.
Awalnya mungkin hanya tampak seperti seseorang yang sedang berbaring. Namun ketika diperhatikan, sosok itu tidak bergerak.
Ismail kemudian melihatnya. Seorang laki-laki tergeletak di dekat parit, mengenakan pakaian berwarna hitam. Tidak ada gerakan. Tidak ada pula identitas mencolok yang ditemukan di sekitar tubuh tersebut.
Ismail memilih tidak mendekat lebih jauh. Ia melaporkan penemuan itu kepada kepolisian.
Tak lama kemudian, petugas datang. Jasad pria tersebut dievakuasi dari lokasi dan dibawa untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kepala Desa Rajabasa Lama, Junaidi, membenarkan penemuan tersebut. Menurut dia, pria itu bukan warga desanya.
“Ditemukan saat pagi buta, tergeletak di dekat drainase. Setelah kami cek, jasad tersebut bukan warga kami,” kata Junaidi.
Dari lokasi, korban diketahui mengenakan pakaian hitam. Tidak ada kartu identitas atau benda yang langsung menunjukkan siapa dirinya ketika pertama kali ditemukan.
Polisi bersama tim medis kemudian melakukan pemeriksaan awal sebelum membawa jasad tersebut ke RSUD Sukadana.
Kanit Reskrim Polsek Labuhan Ratu, Aipda Arief Sofyan, mengatakan jasad telah dievakuasi untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Jasad sudah kami evakuasi ke RSUD Sukadana. Saat ini kami masih melakukan pemeriksaan dan penyelidikan terkait penyebab kematian korban,” ujar Arief.
Identitas korban akhirnya diketahui. Ia bernama Refi Juanda, diperkirakan berusia 35 tahun, warga Desa Putra Aji 2, Kecamatan Sukadana, Lampung Timur.
(BANG WAHYU)














