• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
NOWTIZEN.TV
Advertisement
  • HOME
  • VIDIO
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • KABAR PENDIDIKAN
  • HUKUM & KRIMINAL
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
  • OPINI
No Result
View All Result
  • HOME
  • VIDIO
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • KABAR PENDIDIKAN
  • HUKUM & KRIMINAL
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
  • OPINI
No Result
View All Result
NOWTIZEN.TV
No Result
View All Result
  • HOME
  • VIDIO
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • KABAR PENDIDIKAN
  • HUKUM & KRIMINAL
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
  • OPINI

Kasak-Kusuk Progam Uppo Dua Ratus Juta di Sekampung

Kandang berdiri, tapi programnya nyaris mati.

Redaksi by Redaksi
April 29, 2026 | 12:53
in BISNIS, NASIONAL, PEMERINTAHAN, PERISTIWA, POLITIK
0
0
SHARES
17
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SEKAMPUNG (29/4/2026) – Bau pakan dan kotoran ternak menyergap di kandang sapi milik Kelompok Tani Mekar Sari III, Desa Hargomulyo. Di sana, empat ekor sapi tampak berdiri lesu, 3 Dewasa dan 1 masih tanggung. Jumlahnya tinggal setengah dari bantuan awal yang datang pada 2023.

Program Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO) semula digadang sebagai penggerak ekonomi kelompok. Delapan ekor sapi, kandang komunal, mesin pengolah, hingga kendaraan roda tiga digelontorkan dalam satu paket bantuan senilai ratusan juta rupiah. Konsepnya sederhana. Ternak tumbuh, limbah diolah, pupuk dihasilkan, kelompok bergerak.

Yang tersisa kini justru cerita sebaliknya. Dua sapi mati. Dua lainnya dijual. “Waktu itu sakit,” kata Sutoto, ketua kelompok, singkat.

Ia menyebut keputusan menjual diambil agar kerugian tak membesar. Hasil penjualan dipakai membeli mesin pencacah rumput. Kematian dan penjualan itu terjadi belum genap 1 tahun semenjak bantuan progam UPPO diterima.

Keputusan itu membuka soal lain. Dalam skema bantuan pemerintah, aset yang diberikan kepada kelompok bukan barang bebas pindah tangan. Ada prosedur, ada pelaporan. Sampai berita ini ditulis, pihak dinas peternakan kabupaten Lampung Timur belum dapat dikonfirmasi.

Di kandang, aktivitas tetap berjalan. Pakan diberikan, kotoran dibersihkan. Tapi ritmenya terasa pincang. Tak ada tanda penambahan populasi. Sejak bantuan datang sampai sekarang, tak satu pun sapi melahirkan.

“Belum ada yang beranak,” ujar Sutoto. Selasa, 28 April 2026.

Tak ada keterangan dari ketua kelompok tentang penyebabnya, apakah sapi–sapi itu mandul, atau sekedar tak dikawin suntik. Waktu yang terbilang lumayan lama sejak sapi bantuan diterima hingga sekarang.

Kematian ternak pun tak meninggalkan jejak administrasi yang utuh. Alih-alih ada surat keterangan dari dokter hewan atau dinas peternakan. Laporan hanya berputar di tingkat inseminator dan aparat desa.

Baca Juga  Pamer Belalai ke Tetangga, Berujung Puasa di Penjara

Di atas kertas, UPPO bukan sekadar beternak. Program ini dirancang sebagai satu siklus. Ternak menghasilkan limbah, limbah diolah menjadi pupuk organik, lalu kembali ke lahan pertanian. Di Hargomulyo, mata rantai itu belum terlihat menyambung.

Tak ada catatan produksi pupuk. Tak ada distribusi yang bisa ditelusuri.

Persoalan lain mengendap pada lahan. Kandang berdiri di atas tanah yang statusnya belum terang, antara hibah atau sekadar pinjam pakai.

“Hibah Kontrak” kata Sutoto.

Sutoto juga meyebut, UPKK (Unit pengelola keuangan dan kegiatan) yang dibentuk oleh kelompok tani untuk mengelola dana bantuan yang masuk, dan bertugas membuka rekening bank atas nama kelompok, menguji tagihan, melakukan pembayaran, dan menyusun laporan keuangan kegiatan adalah warga setempat.

“Nova, warga Hargomulyo. Dia UPKKnya,” katanya

Di dalam kelompok sendiri, pengelolaan tak sepenuhnya kolektif dikandang komunal. Perawatan lebih banyak bertumpu pada ketua. Sejumlah anggota memilih fokus pada ternak pribadi mereka.

“Yang merawat saya sendiri. Anggota lain lebih pilih merawat sapinya masing-masing,” kata dia

(BW)

Tags: dugaan penyimpangankelompok taniLampung Timursapi bantuanUPPO
Previous Post

Mandat KPPG Lampung Macet di Tangan Korwil

Next Post

Surat Sakti Raibkan Aset Desa (1) : Murka Warga Bandar Negeri

Redaksi

Redaksi

Next Post

Surat Sakti Raibkan Aset Desa (1) : Murka Warga Bandar Negeri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Paman Paksa Ponakan ke Kamar, di Grepe-Grepe Setengah Jam

Paman Paksa Ponakan ke Kamar, di Grepe-Grepe Setengah Jam

November 6, 2023 | 16:29
DPO Kasus Pemerkosaan Remaja 12 Tahun Tulang Bawang Diringkus

DPO Kasus Pemerkosaan Remaja 12 Tahun Tulang Bawang Diringkus

Mei 31, 2024 | 10:57
Guru Sekolah Dasar Desa Bujung Buring di Temukan Tewas Dengan Luka Sayat di Leher

Guru Sekolah Dasar Desa Bujung Buring di Temukan Tewas Dengan Luka Sayat di Leher

Februari 29, 2024 | 21:42
Dua Pencuri Motor Asal Lampung Timur Tumbang di Serang

Dua Pencuri Motor Asal Lampung Timur Tumbang di Serang

Oktober 24, 2024 | 16:20
Satu Gajah Jantan Ukuran Jumbo Mati di Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur

Satu Gajah Jantan Ukuran Jumbo Mati di Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur

0
Maling Alpukat Tewas Kena Amukan Massa di Marga Sekampung

Maling Alpukat Tewas Kena Amukan Massa di Marga Sekampung

0
Pemuda Tegalreja Tewas, di Duga Korban Korban Geng Motor

Pemuda Tegalreja Tewas, di Duga Korban Korban Geng Motor

0
Praktek Open BO Terbongkar, Polisi Amankan 5 Tersangka

Praktek Open BO Terbongkar, Polisi Amankan 5 Tersangka

0
Panel Beton Retak Sebelum Dipasang di P3-TGAI Desa Trisinar

Panel Beton Retak Sebelum Dipasang di P3-TGAI Desa Trisinar

Agustus 9, 2026 | 23:39
Di Tepi Tambak yang Menunggu Menjadi Sawah

Di Tepi Tambak yang Menunggu Menjadi Sawah

Agustus 4, 2026 | 21:24
7 Strategi UMKM Kuliner Tiongkok yang Patut Ditiru

7 Strategi UMKM Kuliner Tiongkok yang Patut Ditiru

Agustus 2, 2026 | 08:44
AJB yang Raib dan Tanah yang Diperebutkan di Mataram Baru

AJB yang Raib dan Tanah yang Diperebutkan di Mataram Baru

Juli 21, 2026 | 18:04

Recent News

Panel Beton Retak Sebelum Dipasang di P3-TGAI Desa Trisinar

Panel Beton Retak Sebelum Dipasang di P3-TGAI Desa Trisinar

Agustus 9, 2026 | 23:39
Di Tepi Tambak yang Menunggu Menjadi Sawah

Di Tepi Tambak yang Menunggu Menjadi Sawah

Agustus 4, 2026 | 21:24
7 Strategi UMKM Kuliner Tiongkok yang Patut Ditiru

7 Strategi UMKM Kuliner Tiongkok yang Patut Ditiru

Agustus 2, 2026 | 08:44
AJB yang Raib dan Tanah yang Diperebutkan di Mataram Baru

AJB yang Raib dan Tanah yang Diperebutkan di Mataram Baru

Juli 21, 2026 | 18:04
NOWTIZEN.TV

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

Follow Us

Browse by Category

  • BISNIS
  • HUKUM & KRIMINAL
  • KABAR PENDIDIKAN
  • NASIONAL
  • Opini
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • VIDIO
  • WISATA

Recent News

Panel Beton Retak Sebelum Dipasang di P3-TGAI Desa Trisinar

Panel Beton Retak Sebelum Dipasang di P3-TGAI Desa Trisinar

Agustus 9, 2026 | 23:39
Di Tepi Tambak yang Menunggu Menjadi Sawah

Di Tepi Tambak yang Menunggu Menjadi Sawah

Agustus 4, 2026 | 21:24
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • HOME
  • VIDIO
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • KABAR PENDIDIKAN
  • HUKUM & KRIMINAL
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
  • OPINI

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.