SUKADANA (20/8/2026) – Singgih, Kasubag Kesra Sekretariat Daerah Lampung Timur, pilih mencatat pertanyaan yang diajukan kepadanya. Kasubag Kesra itu belum memberi jawaban ketika dikonfirmasi mengenai realisasi kegiatan fasilitasi pengelolaan bina mental spiritual pada 2025.
Kabag Kesra, Yemi, tak berada di kantornya saat hendak ditemui. Ia mengatakan sedang dinas luar. Pertanyaan kemudian dialihkan kepada Singgih karena kegiatan tersebut berada di bidangnya.
Alih-alih menjawab, Singgih memilih mencatat pertanyaan. Ia mengatakan akan menyampaikannya kepada atasannya.
“Nanti saya sampaikan,” katanya.
Dalam dokumen realisasi kegiatan 2025, fasilitasi pengelolaan bina mental spiritual mencakup empat subkegiatan.
Pertama, kunjungan safari Gubernur Lampung di Lampung Timur, silaturahmi Ramadan, dan buka puasa bersama masyarakat. Target dan realisasinya tercatat 24 kecamatan.
Kedua, penyelenggaraan acara Tim Penugasan Haji Daerah dengan target dan realisasi satu orang.
Ketiga, pembinaan keagamaan berupa pengajian akbar dan sholawat. Target dan realisasinya tercatat satu kegiatan.
Keempat, bantuan hibah uang dan barang kepada lembaga organisasi masyarakat atau lembaga keagamaan untuk peningkatan kesejahteraan rumah ibadah dan lembaga sosial di Lampung Timur. Target dan realisasinya dua paket.
Kegiatan itu tercatat memiliki tingkat realisasi 96,20 persen. Namun, Ada satu hal yang kemudian dipastikan Singgih. Bantuan pada subkegiatan hibah uang dan barang tersebut bukan diberikan dalam bentuk barang.
“Hibah uang,” ujarnya.
Jawaban itu sekaligus mempersempit bentuk bantuan yang tercatat dalam nomenklatur subkegiatan tersebut. Namun, rincian mengenai penerima, nilai masing-masing hibah, serta realisasi penggunaannya belum diperoleh dari Kasubag Kesra.
(BANG WAHYU)














