BANDAR SRIBAWONO (5/4/2026) – Penggerebekan lokasi penampungan solar di wilayah Waringin Jaya mengungkap puluhan jerigen berwarna biru. Jerigen-jerigen tersebut ditemukan warga di satu titik yang diduga menjadi tempat pengumpulan bahan bakar jenis solar.
Penggerebekan itu terjadi pada Selasa, 31 Maret 2026, dan terekam secara visual. Video saat warga mendatangi lokasi penampungan kemudian diunggah ke media sosial dan ramai diperbincangkan.
Dalam rekaman yang beredar, terlihat puluhan jerigen biru tersusun di lokasi. Warga yang berada ditempat kejadian tampak menyoroti dugaan penampungan solar dalam jumlah besar.
Informasi yang dihimpun, bahan bakar tersebut diduga tidak langsung dibeli menggunakan jerigen. Solar disebut lebih dulu diisi ke kendaraan, kemudian dipindahkan ke dalam jerigen sebelum dibawa ke lokasi penampungan di Waringin Jaya.
Pola itu memunculkan kecurigaan terhadap alur distribusi solar. Pasokan bahan bakar tersebut juga diduga berasal dari SPBU di wilayah Mataram Baru sebelum akhirnya dikumpulkan di satu titik.
Ketua DPP LSM Maspastim, Samlero, mengatakan pihaknya akan melayangkan surat resmi kepada SPBU Mataram Baru. Surat itu berisi permintaan klarifikasi terkait mekanisme penyaluran solar.
“Kami bakal meminta penjelasan terkait dugaan pengisian menggunakan kendaraan, lalu dipindahkan ke jerigen dan ditampung dalam jumlah besar. Ini perlu ditelusuri,” kata Samlero pada Minggu, 5 April 2026.
Menurut dia, dalam surat tersebut Maspastim juga meminta SPBU melakukan evaluasi terhadap penjualan solar dalam jumlah tidak wajar, termasuk pengawasan terhadap pembelian berulang.
“Kami juga akan meminta keterbukaan data penjualan, rekaman CCTV area pengisian, serta langkah pengawasan agar solar subsidi tidak dialihkan ke penampungan,” ujarnya.
Video penggerebekan yang beredar luas di media sosial pun memicu perhatian masyarakat. Distribusi solar subsidi dinilai harus diawasi agar tepat sasaran dan tidak dikumpulkan kembali dalam jumlah besar.
(BW)













