LAMPUNG TIMUR (20/8/2026) – Debu beterbangan dari ruas jalan Bumi Jawa–Tanjung Kesuma, pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Sejumlah pekerja tampak mengerjakan badan jalan. Material yang sudah diratakan kemudian dipadatkan menggunakan alat berat. Aktivitas itu menjadi tanda dimulainya pekerjaan preservasi jalan dengan nilai anggaran sekitar Rp62 miliar.
Di lokasi yang diamati, proses pemadatan lapisan base sedang berlangsung. Material tampak sudah digelar di badan jalan. Namun, tidak terlihat aktivitas penyiraman di sekitar titik pekerjaan.
Apakah kondisi itu menyalahi metode pekerjaan?
Belum tentu. Untuk memastikannya, tentu diperlukan pemeriksaan teknis dan penjelasan dari pihak pelaksana maupun pengawas. Pengamatan dari pinggir jalan saja tidak cukup untuk menyimpulkan kualitas pekerjaan.

Yang lebih mudah terlihat justru soal informasi proyek. Hingga Kamis sore, papan proyek belum terlihat jelas di lokasi yang diamati. Masyarakat yang melintas belum dengan mudah mendapatkan informasi mengenai siapa pelaksana pekerjaan, berapa nilai kontraknya, dari mana sumber anggarannya, berapa volume pekerjaan dan kapan proyek tersebut harus selesai. Padahal, nilai proyeknya tidak sedikit.
Dari penelusuran pada laman pengadaan barang dan jasa secara elektronik, pekerjaan tersebut tercatat dikerjakan PT Way Kawat. Perusahaan itu beralamat di Jalan Kolonel Arifin RI, Dusun Bumi Jaya RT 09/RW 03, Pasar Sukadana, Lampung Timur.
Ruang lingkup pekerjaannya juga cukup panjang. Ada pekerjaan tanah dan galian, antara lain galian biasa, galian perkerasan berbutir serta timbunan biasa dari hasil galian.
Kemudian pekerjaan perkerasan berbutir yang mencakup lapis pondasi agregat kelas A, perkerasan beton semen F’c 3,8 MPa dan lapis pondasi bawah beton kurus F’c 10 MPa.
Setelah itu masuk pada pekerjaan perkerasan aspal. Di antaranya lapis resap pengikat, lapis perekat, lataston lapis aus atau AC-WC dan lataston lapis antara atau AC-BC.
Untuk mengawasi pekerjaan bernilai puluhan miliar tersebut, Pemkab Lampung Timur juga menggunakan jasa konsultan pengawas.
Konsultan itu adalah PT Wisanggeni Jasa Teknik, perusahaan yang beralamat di Jalan Winong Nomor 34, Sudimara Timur, Ciledug, Kota Tangerang, Banten. Nilai kontrak jasa konsultansi pengawasan disebut mencapai Rp800 juta.
Artinya, pekerjaan ini tidak hanya menyangkut kontraktor dan alat berat yang bekerja di lapangan. Ada pengawas yang dibayar khusus untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan. Persoalannya kemudian bukan sekadar kapan jalan selesai.
Ruas Bumi Jawa–Tanjung Kesuma sebelumnya juga disebut telah beberapa kali mendapat anggaran penanganan. Namun, berdasarkan informasi yang diperoleh redaksi, kerusakan kembali muncul tidak lama setelah pekerjaan sebelumnya dilakukan.
Setelah jalan kembali rusak. Anggaran kembali disiapkan. Kini, sekitar Rp62 miliar kembali digelontorkan untuk ruas yang sama.
(BANG WAHYU)














