LAMPUNG TIMUR (14/6/2026) – Pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di SPPG Sribhawono 006 saat libur pelayanan menjadi pembicaraan. Bukan soal bangunannya, melainkan pesan di grup internal yang dinilai sebagian relawan bernada ultimatum.
Dalam tangkapan layar yang diterima redaksi, seseorang yang diduga Person in Charge (PIC) memberi peringatan kepada relawan yang tak ikut gotong royong.
“Yang sudah dua kali tidak ikut gotong royong terhitung dari agenda pembuatan pos satpam dan cor lantai IPAL hari ini, hari Senin terima SP2,” bunyi pesan tersebut seperti disampaikan oleh relawan ke redaksi.
Alih-alih membincangkan penghitungan mengenai upah dari tenaga pembuatan pos satpam dan cor lantai IPAL, pesan itu justru menyinggung soal loyalitas. Pekerja yang dianggap tidak mengikuti aturan disebut bakal “tersortir sendiri”.
“Yang loyal bakal selalu jadi prioritas,” tulis pesan itu.
Pada grup yang sama, pengumuman gotong royong kembali mucul. Pekerja perempuan diminta membersihkan ruangan dan perlengkapan. Sementara pekerja laki-laki diarahkan membantu pengecoran lantai IPAL.
Namun satu kalimat kembali menyita perhatian.
“Yang nggak berangkat, Senin mulangin baju seragam,” bunyi pesan lanjutan.
Seorang relawan SPPG yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku kondisi tersebut membuat pekerja berada dalam posisi sulit.
“Kami ini kena tekanan. Libur pelayanan rencananya untuk istirahat dan membagi waktu untuk keluarga, tapi di sisi lain ada ultimatum yang rasanya nggak bisa ditolak,” ujarnya pada Kamis, 14 Mei 2026.
Menurutnya, ralawan memilih tetap ikut karena khawatir dianggap tidak loyal atau terkena konsekuensi.
(BW)















