NOWTIZEN.TV, PUBIAN (23/2/2024) – Pembangunan infrastruktur sasaran TMMD ke 119 Kodim 0411/KM hingga Jum’at pagi (23/2/2024) masih berlanjut, personel Satgas TMMD dan masyarakat menyusun batu porselan untuk jalan onderlagh di kampung Gunung Haji, Kecamatan Pubian, Lampung Tengah.
Menariknya, saat adu bako dan ngopi bersama, personel Satgas TMMD, Serka Sumaryono, memberikan filosofi tentang batu saat Komsos (Komunikasi Sosial).
Serka Sumaryon mengatakan dalam memaknai kehidupan,
banyak sekali samudera hikmah yang dapat dipetik. Banyak makna dari rahasia tersembunyi dari alam yang patut di tafakuri dan pelajari.
“Berhubung kita saat ini sedang dalam pengerjaan menyusun batu, maka saya mencoba akan bercerita tentang filosofi batu yang jarang direnungi oleh manusia,”ujarnya. Jum’at 23 Februari 2024
Sumaryono memberikan gambaran kalimat “hatinya sekeras batu”. Dari kalimat itu, Ia yakin semua akan langsung berfikir bahwa artinya adalah seseorang itu pasti keras kepala ataupun sulit diberi nasehat. Orang yang memiliki hati sekeras batu maka akan sulit ataupun sering kali menolak pendapat orang lain, bahkan ia cencerung memliki sifat yang egois
“Dalam hatinya orang yang sekeras batu, akan merasa hanya dia yang paling benar, argumentasinya selalu dilandasi dengan rasa ingin menang sendiri, padahal dari batu juga kita bisa mengambil sisi positifnya, yakni tentang kuatnya tekad, jiwa yang memiliki keteguhan prinsip dalam mempertahankan sebuah perjuangan di jalan kebaikan,” katanya
Serka Sumaryono kemudian, memberikan gambaran bebatuan yang telah disusun di jalan onderlagh. Menurutnya, bebatuan yang telah disusun tersebut menggambarkan suatu kepribadian yang sabar dan penuh keikhlasan. Sebab, batu-batu itu mengetahui bahwa akan banyak yang melintasi diatas mereka dengan membawa berbagai macam beban muatan. Tidak menutup kemungkinan juga mereka bakal dicemari dengan kotoran dan sampah, namun mereka akan terus berusaha menahan beban yang melintasinya demi sampai kepada tujuan.
“Maka dari itu, teguhkan hati dan semangat kita semua, jalan ini kita yang membuatnya, kenapa kita kelak harus kalah daripadanya, tugas kita saat ini adalah membuatnya menjadi kuat, sehingga kelak saat bebab muatan ada diatasnya, mereka akan terus bertahan demi kesejahteraan makhluk yang melintasinya,” pungkas Serka Sumaryono
(BANG WAHYU)














