Bandar Sribhawono (29/7/2025) – Asap hitam membubung tinggi di langit Dusun Umbul Glimbung, Desa Bandar Agung pada Selasa siang, 29 Juli 2025. Di bawahnya, rumah semi permanen milik Dwi Novita Sari perlahan luluh lantak dilahap api. Tak hanya dinding kayu dan atap seng yang hangus, namun juga harapan dan jerih payah bertahun-tahun.
Siang itu, Novita bersama anaknya sedang belanja di Pasar Brawijaya. Tak ada firasat buruk. Sementara sang suami, Purwoto, juga sedang keluar rumah. Rumah mereka kosong.
Di saat yang sama, di kampung, warga mulai menyadari kepulan asap dari kejauhan. Namun saat tiba di lokasi, api sudah membesar.
“Warga tahu api sudah membara, jadi hanya bisa bingung. Mau memadamkan pun sudah tidak mungkin, apinya terlalu besar,” cerita tetangga yang menyaksikan kejadian.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik dari kipas angin yang menjalar cepat ke dinding dan atap rumah. Rumah yang sebagian besar terbuat dari kayu membuat api melalap habis hanya dalam hitungan menit.
Bukan hanya rumah, surat-surat penting, sepeda motor, hingga uang tunai puluhan juta rupiah ikut hangus tak bersisa. Harta benda yang dikumpulkan dari hasil keringat mereka, seketika berubah menjadi abu.
Kini, Novita dan keluarganya hanya bisa berdiri memandang puing-puing yang tersisa. Satu unit rumah hilang. Tapi lebih dari itu, seisi hidup mereka ikut terbakar hari itu.
(BANG WAHYU)














