SUKADANA (6/5/2016) – Diskusi antara jajaran Pemerintah Kabupaten Lampung Timur dan owner media berlangsung sepanjang hari dalam rangka tasyakuran kantor Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) di Sukadana Ilir, Komplek Perkantoran Pemda Lampung Timur pada Rabu, 6 Mei 2026.
Diskusi itu tidak dalam satu forum bersama, melainkan berlangsung secara bergantian. Sejak pagi hingga sore, pejabat daerah hadir satu per satu. Setiap kedatangan diikuti percakapan yang terpisah.
Wakil Bupati Lampung Timur, Azwar Hadi, menjadi pejabat pertama yang hadir. Dalam pertemuan tersebut, ia menyampaikan bahwa media memiliki fungsi kontrol sekaligus peran dalam menyampaikan informasi pembangunan.
“Selain kritik, pemberitaan juga perlu memuat capaian pembangunan agar diketahui masyarakat,” kata Azwar.
Setelah pertemuan itu berakhir, Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, hadir dalam sesi berbeda. Ia menekankan pentingnya penyampaian informasi yang berbasis fakta agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru.
“Pers dan Pemerintah adalah dua unsur yang tidak bisa dipisahkan. Pemkab perlu Pers sebagai penyampai program, sementara Pers perlu Pemerintah sebagai sumber informasi yang kredibel,” ujarnya.
Pada sesi berikutnya, Mutia, Kepala Bidang Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lampung Timur, menyampaikan peran media dalam mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“UMKM di Lampung Timur cukup banyak. Publikasi masih perlu ditingkatkan untuk mendorong UMKM naik kelas,” katanya.
Menjelang sore, Ketua DPRD Lampung Timur, Rida Rotul Aliyah, hadir dan menyampaikan bahwa pembangunan daerah melibatkan berbagai unsur namun dalam satu kesatuan.
“Pemerintah, legislatif, media, dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam pembangunan,” ucapnya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Timur, Rustam Effendi, menutup rangkaian pertemuan pada sore hari. Ia menyampaikan pentingnya penyampaian informasi secara utuh kepada masyarakat.
“Informasi yang disampaikan kepada masyarakat perlu lengkap agar tidak menimbulkan persepsi berbeda,” katanya.
Sepanjang kegiatan, tidak ada sesi yang mempertemukan seluruh pejabat dalam satu waktu. Diskusi berlangsung dalam beberapa pertemuan terpisah dengan pokok bahasan yang beririsan, terutama terkait peran media dalam penyampaian informasi publik dan pembangunan daerah.
(BANG WAHYU)


















