LAMPUNG TENGAH (16/8/2025) – Kampung Sukanegara pada Sabtu siang itu tampak ramai. Di antara suara angkong berderit, langkah para prajurit TNI, dan tumpukan batu bata yang berserakan, terlihat dua perempuan paruh baya dengan tekad yang tak kalah kokoh dibanding material bangunan yang mereka angkut.
Keduanya datang tanpa diminta. Berpakaian sederhana, mereka langsung bergabung dalam hiruk-pikuk kerja. Angkong berisi batu bata mereka dorong perlahan, namun penuh semangat, seolah ingin menegaskan bahwa usia bukan penghalang untuk ikut membangun desa.
Setelah membantu pekerjaan fisik, keduanya beralih ke dapur umum. Di sana, puluhan emak-emak lain sibuk menanak nasi, menggoreng ikan, dan menyiapkan minuman. Dengan cekatan, keduanya ikut bergabung, menyajikan hidangan bagi para prajurit dan masyarakat yang tengah bekerja di lapangan.
Komandan Satgas TMMD ke-125 Kodim 0411/KM, Letkol Inf Noval Darmawan, S.H., M.I.P., memberikan penghargaan atas semangat mereka. “Mereka adalah bukti bahwa usia dan jenis kelamin bukan penghalang untuk berkontribusi dalam pembangunan,” katanya.
Pemandangan ini segera menjadi bahan pembicaraan warga. Dua perempuan itu menjadi teladan sederhana sekaligus motivasi yang membakar semangat banyak orang, menunjukkan bahwa pembangunan tidak bisa hanya diserahkan kepada TNI. Semua pihak harus turut serta, sesuai kemampuan masing-masing.
Akhirnya, TMMD di Sukanegara tidak hanya menghadirkan jalan yang lebih layak dan fasilitas yang lebih baik, tetapi juga kisah tentang semangat gotong royong yang tak lekang oleh waktu. Dua emak-emak desa itu telah menorehkan jejaknya, menjadi pengingat bahwa di balik setiap pembangunan, selalu ada jiwa yang ikut menyala.
(BANG WAHYU)














