KOTA METRO (6/9/2024) – Kota Metro digemparkan oleh aksi pencurian motor bersenjata api yang viral setelah terekam CCTV. Polisi akhirnya berhasil menangkap pelaku bernama Aman Yudi (32), warga Desa Nibung, Kecamatan Gunung Pelindung, Lampung Timur, pada Kamis malam, 5 September 2024 di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan. Penangkapan ini dilakukan setelah pelaku berusaha melarikan diri ke Pulau Jawa.
Tindakan tegas terpaksa diambil karena Aman Yudi melawan saat ditangkap. “Tersangka yang terlibat dalam penembakan di Metro berhasil kita amankan setelah melawan saat penangkapan. Kami terpaksa menggunakan tindakan tegas,” ujar IPTU Rosali, Kasat Reskrim Polres Metro, pada Jumat, 6 September 2024. Penangkapan ini adalah hasil kerja sama Tekab 308 Polda Lampung.
Sementara itu, rekan Aman Yudi, ES alias Nasir alias Eko Sabun, yang merupakan residivis dari Nusakambangan, masih dalam pengejaran dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). ES dikenal sangat berbahaya dan tidak segan melukai korban dengan senjata api dalam setiap aksinya.
Dari hasil interogasi, terungkap bahwa kelompok ini telah beraksi di Kota Metro sebanyak 10 kali, dengan ES sebagai eksekutor dan Aman Yudi sebagai joki motor. Kelompok ini dikenal brutal dan tidak ragu melukai korban. Polisi juga menyita barang bukti berupa satu unit motor curian, kendaraan yang digunakan tersangka, kunci letter T, serta jaket dan topi pelaku yang terekam CCTV.
Aman Yudi mengaku bahwa dirinya mencuri untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan bermain judi slot. “Saya sudah mencuri di Metro selama tiga bulan, sekitar 10 kali. Uang hasil penjualan motor digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan main slot, tapi saya selalu kalah,” ungkapnya.
Tersangka juga meminta maaf kepada keluarganya dan berharap rekannya yang masih buron segera menyerahkan diri. “Saya menyesal dan kapok. Saya harap teman saya menyerahkan diri sebelum ditangkap,” katanya.
Aksi kedua pelaku menjadi viral setelah terekam CCTV saat mereka mencoba mencuri motor di sebuah kafe di Jalan AR Prawiranegara, Metro Pusat, pada Minggu 1 September 2024. Salah satu pelaku, ES, bahkan melepaskan tiga tembakan ke arah warga yang menggagalkan aksinya.
(BANG WAHYU)














