LAMPUNG TENGAH (19/8/2026) – Suasana Kampung Sukanegara, Kecamatan Bangunrejo, Lampung Tengah pada Selasa, 19 Agustus 2025 tampak berbeda dari biasanya. Di lokasi pengamparan pasir, Dusun 1, terdengar riuh semangat gotong royong. Tak hanya dari personel Satgas TMMD ke-125 Kodim 0411/KM dan warga laki-laki, tapi juga dari barisan emak-emak yang tiba-tiba “menggeruduk” lokasi pekerjaan.
Dengan langkah penuh keyakinan, tiga perempuan tangguh, Siti Munawaroh, Kasinah, dan Sumini mendobrak batasan yang biasanya hanya ditempati kaum pria. Mereka memaksa untuk ikut serta dalam proses finishing pengamparan pasir, menolak sekadar jadi penonton.
“Tiga hari lagi kebersamaan kita berakhir. Apa iya kami, sebagai warga Sukanegara, tidak boleh ikut bergotong royong? Jangan pandang bahwa kami wanita, Pak. Kami bangga bisa jadi bagian dari pembangunan kampung ini, berkat TMMD,” ujar Siti Munawaroh dengan suara lantang.
Air mata pun nyaris jatuh dari pelupuk mata Kasinah. Dengan nada haru ia menimpali, “Ini wujud cinta kami kepada TNI. Mereka sudah banyak membantu. Rasanya waktu ini terlalu singkat untuk bersama bapak-bapak TNI yang begitu baik di kampung kami.”
Bagi warga, kehadiran Satgas TMMD bukan hanya sekadar pembangunan jalan. Lebih dari itu, ia telah menghadirkan semangat kekeluargaan, menumbuhkan rasa persatuan, dan menguatkan ikatan emosional antara rakyat dan TNI.
Kepala Kampung Sukanegara, Purwanto, tak kuasa menyembunyikan rasa bangganya. “Ini bukti kalau kami bukan hanya berterima kasih, tetapi benar-benar menyayangi bapak-bapak TNI yang sudah membangun dan membina masyarakat kami,” tegasnya.
Di sisi lain, para prajurit Satgas TMMD juga merasakan energi positif dari dukungan warga. Dansatgas TMMD ke-125 Kodim 0411/KM, Letkol Inf Noval Darmawan, S.H., M.I.P., mengapresiasi penuh semangat tersebut.
“Kegiatan ini mengingatkan kita semua, bahwa kemajuan desa bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau TNI saja. Ini adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, yang saling mendukung dengan sepenuh hati,” ujarnya.
Momen sederhana ini berubah menjadi potret indah yang sulit dilupakan. Antara pasir yang dihamparkan, keringat yang menetes, dan tawa yang bersahutan, tercipta ikatan hati yang kokoh.
Warga meyakini, meski Satgas TMMD kelak kembali ke markas, semangat gotong royong dan kebersamaan akan terus bersemi di Kampung Sukanegara. Karena cinta dan kasih sayang, pada akhirnya, memang mampu menembus segala batas. Membuat pekerjaan berat terasa ringan, dan hati-hati yang berbeda menjadi erat menyatu.
(BANG WAHYU)














