LAMPUNG TENGAH – Kampung Sukanegara, Kecamatan Bangunrejo, kini tengah berada di titik bersejarah. Rabu, 20 Agustus 2025, sehari menjelang penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-125, wajah desa itu terasa berbeda. Menjadi lebih cerah, lebih hidup, dan penuh harapan.
Selama satu bulan penuh, ratusan pasang tangan bahu-membahu. TNI, Polri, aparatur pemda, hingga warga desa, semua larut dalam semangat gotong royong. Mereka tidak sekadar membangun jalan, rumah, atau gorong-gorong. Mereka sedang merajut masa depan.
Hasil nyata pun terlihat jelas. Pembukaan jalan sepanjang 1.210 meter, pelebaran lima meter, serta pengerasan jalan telford sejauh 2.369 meter. Semua itu bukan hanya menghubungkan titik A ke titik B, melainkan menghubungkan impian warga akan akses yang lebih mudah untuk sekolah, bekerja, dan berdagang.
Tujuh unit gorong-gorong pun hadir sebagai penyelamat dari ancaman banjir musiman. Kini, air mengalir lebih lancar, dan warga bisa tidur lebih tenang tanpa dihantui genangan.
Tidak berhenti di pembangunan fisik, TMMD juga hadir dengan sentuhan yang lebih dalam. Beragam penyuluhan, mulai dari wawasan kebangsaan, hukum, pertanian, kesehatan, hingga bahaya narkoba dan radikalisme juga membuka cakrawala berpikir warga.
Program tambahan unggulan Kasad turut memberi warna. Sebanyak 7 unit rumah tidak layak huni disulap menjadi rumah layak, mushola dan MCK diperbaiki, 500 batang pohon ditanam, hingga manunggal air di 5 titik. Semua menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang.
Tak kalah menyentuh adalah aksi sosial: pembersihan pasar dan lingkungan, hingga pemberian 25 paket bingkisan untuk penanganan stunting. Bukti bahwa kepedulian bukan sekadar slogan, tetapi nyata hadir di tengah masyarakat.
Sinergi yang terjalin pun luar biasa. Sebanyak 109 personel TNI AD, 10 personel TNI AU, 10 personel TNI AL, 10 anggota Polri, 2 aparatur pemda, dan 50 warga bekerja bahu-membahu. Sebuah harmoni yang jarang terlihat, namun begitu indah ketika hadir di Kampung Sukanegara.
Bagi warga, TMMD bukan sekadar proyek, melainkan cerita yang akan dikenang. Kepala Kampung Sukanegara, Purwanto, bahkan tak kuasa menahan air matanya.
“Kami dan seluruh warga Kampung Sukanegara merasa diperhatikan dan dihargai. Kehidupan dan wilayah kami menjadi lebih baik berkat TMMD. Ini bukan sekadar pembangunan fisik, tapi juga ikatan persaudaraan yang terjalin erat,” ujarnya penuh haru.
Kini, meski esok kegiatan TMMD resmi ditutup, jejaknya akan terus hidup. Pada jalan yang kini bisa dilalui, rumah yang kembali layak dihuni, dan hati warga yang semakin percaya bahwa masa depan mereka bisa lebih cerah.
TMMD Ke-125 di Sukanegara adalah bukti nyata bahwa cinta untuk rakyat dapat diwujudkan lewat kerja nyata, gotong royong, dan ketulusan.
(BANG WAHYU)

















