LABUHAN RATU (12/12/2025) — Tokoh adat dan masyarakat di sekitar Taman Nasional Way Kambas (TNWK) menyatakan penolakan terhadap rencana perubahan zona hutan di kawasan tersebut. Warga menilai perubahan zona berpotensi memengaruhi kondisi ekologis dan ruang hidup satwa.
Salah satu pihak pengelola yang terlibat dalam penyusunan rencana perubahan zona inti TNWK membenarkan adanya rencana itu saat dihubungi melalui telepon.
“Benar akan ada perubahan zona inti. Titiknya belum kami ketahui. Perubahan ini bertujuan untuk rehabilitasi hutan yang gundul, dan ke depan diarahkan menjadi objek wisata internasional,” ujarnya, Kamis (11/12/2025).
Tokoh adat menilai TNWK memiliki nilai sejarah dan budaya serta menjadi habitat satwa dilindungi seperti gajah sumatra dan harimau sumatra. Mereka mengingatkan bahwa perubahan zona dapat membuka peluang aktivitas yang berpotensi mengganggu stabilitas habitat.
Dalam pernyataan bersama, tokoh adat dari Kampung Labuhan Ratu dan Kampung Raja Basa Lama meminta pemerintah dan pihak terkait meninjau kembali rencana tersebut. Mereka mendorong agar aspek ekologis dan budaya turut menjadi dasar pertimbangan.
Tokoh adat setempat, Taufan Jaya Negara, mengatakan pihaknya menerima informasi bahwa zona inti akan diarahkan untuk pengelolaan wisata. Ia menyampaikan kekhawatiran bahwa perubahan itu dapat berdampak pada keseimbangan ekosistem di kawasan inti TNWK.
(BW)














