LAMPUNG TIMUR (6/4/2026) – Halaman Puskesmas Sidorejo tampak seperti biasa. Pasien datang bergantian. Petugas hilir mudik di ruang pelayanan. Namun satu kendaraan yang sebelumnya mencolok tak lagi terlihat. Ambulans Toyota Innova Reborn tahun 2024 itu tidak lagi terparkir di halaman. Kini, yang tersisa ambulans berbasis mobil APV.
Ambulans Innova tersebut sebelumnya digunakan untuk layanan rujukan pasien. Kendaraan itu merupakan hasil pengadaan tahun 2024. Dalam proses pengadaan, Parjo disebut menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
Seorang pejabat di lingkungan Dinas Kesehatan yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan, penarikan ambulans terjadi setelah kendaraan dinas yang sebelumnya digunakan oleh Parjo ditarik oleh pengelola aset daerah.
“Mobil dinas Parjo sebelumnya, waktu manjadi Plt Kepala Dinas ditarik oleh aset daerah. Setelah itu ambulans dari Puskesmas Sidorejo ditarik,” ujarnya.
Setelah berpindah, identitas kendaraan layanan darurat itu disebut hilang. Lampu rotator dilepas. Sirene diturunkan. Tulisan ambulans tidak lagi terlihat.
Kendaraan yang sebelumnya digunakan untuk rujukan pasien itu kemudian dialihfungsikan sebagai kendaraan dinas.
“Setelah dibawa, atribut ambulans dicopot. Informasinya dipakai sebagai kendaraan dinas,” kata sumber tersebut.
Di Puskesmas Sidorejo, layanan rujukan kini tetap berjalan dengan sejumlah ambulans berbasis mobil APV. Namun, hilangnya ambulans Innova yang baru tersebut disebut mengurangi dukungan armada yang sebelumnya disiapkan untuk memperkuat layanan.

“Itu ambulans baru untuk rujukan. Sekarang yang tersedia ambulans jenis APV,” ujarnya.
Dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Parjo memberikan jawaban singkat. Ia tidak menjelaskan terkait penarikan ambulans tersebut. “Silakan langsung ke kepala dinas,” tulisnya.
(BW)













